SORE itu suasana tampak lengang. Yah, hanya sekadar dua atau tiga orang lewat di lorong kampus. Lorong yang menghubungkan ke arah toilet disudut ruang kajur Tekpen.
Beberapa saat yang lalu, aku ditanya oleh seorang guruku.
Pertanyaan yang telah berualang kali aku dengar. Mulai dari temanku, kakak
tingkatku, guru-guruku, kerabat jauh dan dekat. Ironisnya sampai saat ini
jawaban yang kuberikan selalu berubah-ubah.
OMONG-omong soal dewasa, maka ada dua hal yang bisa kita
soroti. Yang pertama adalah dewasa yang bisa diukur contohnya ciri-ciri fisik
dan usia. Yang kedua adalah dewasa yang tidak bisa diukur. Pasti semuanya juga
pernah atau bahkan sering mendengar istilah pemikiran, sifat, dan sikap yang
dewasa. Yang katanya ketiga hal itu tidak bisa diukur sesuai usia. Maksudnya,
kadang kala ada seorang yang usianya masih sangat muda tapi berpemikiran dan
bertindak seperti orang dewasa.
AKU punya dua orang adik. Dua-duanya laki-laki. Adikku yang
pertama namanya Ridwan, sekarang baru kelas lima SD. Adikku yang kedua namanya
Syahrul, usianya sekira lima tahun. Sejak aku berada di rumah, setiap hari aku
bermain dengan mereka berdua. Sekaligus menjaganya.